• Wed, Aug 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 August 2026 03:23  |

JOLTS dan Hormuz Mendingin, Emas Menguat

Harga emas menguat pada perdagangan Selasa (4/8) di tengah penurunan tajam harga minyak dan data tenaga kerja AS yang sedikit lebih lemah dari perkiraan. Hingga perdagangan malam, emas spot berada di sekitar US$4.079 per troy ons, naik sekitar 0,6%, sedangkan kontrak berjangka emas menguat ke sekitar US$4.136 per troy ons.

Penurunan minyak menjadi salah satu penopang emas. Brent anjlok 5,3% ke US$79,36 per barel, sementara WTI turun 5,7% ke US$75,77 setelah muncul harapan AS dan Iran semakin dekat dengan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Minyak yang lebih murah berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi kebutuhan The Fed menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Optimisme diplomasi meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kesepakatan pembukaan Hormuz dapat tercapai dalam waktu dekat. Qatar juga mengatakan rancangan deeskalasi telah diedarkan kepada pihak terkait. Namun, belum ada kesepakatan final dan Iran masih menegaskan pembicaraan dilakukan melalui mediator, bukan secara langsung dengan Washington.

Dari sisi ekonomi, jumlah lowongan kerja AS turun menjadi 7,359 juta pada Juni, lebih rendah dari perkiraan pasar. Data Mei juga direvisi turun menjadi 7,537 juta. Meski demikian, perekrutan tetap sekitar 5,3 juta dan tingkat pengunduran diri maupun pemutusan kerja relatif stabil, menandakan pasar tenaga kerja belum mengalami pelemahan tajam.

Pergerakan emas masih tertahan dalam rentang US$4.000–US$4.100. Data JOLTS yang lebih lemah dan penurunan minyak mendukung emas melalui berkurangnya ekspektasi kenaikan bunga. Sebaliknya, kemajuan diplomasi AS–Iran mengurangi kebutuhan terhadap aset aman sehingga membatasi kenaikan harga.

Analisis Newsmaker: Selama bertahan di atas US$4.050, emas masih berpeluang menguji resistance US$4.100. Penembusan kuat di atas level tersebut dapat membuka kenaikan menuju US$4.135–US$4.150. Namun, jika harga kembali turun di bawah US$4.050, area US$4.020 hingga US$4.000 berpotensi menjadi tujuan berikutnya. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data tenaga kerja, terutama NFP, yang dapat menentukan arah ekspektasi suku bunga The Fed. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Awas, Emas Terjebak Hormuz dan The Fed!

Harga emas masih tertahan di zona pelemahan setelah tekanan dari dua arah besar kembali muncul, yaitu ketegangan di Selat Hor...

14 July 2026 07:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai