• Wed, Aug 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

5 August 2026 07:22  |

Hormuz Mereda, Emas Bertahan di US$4.070

Harga emas bergerak stabil dalam rentang sempit pada perdagangan Asia Rabu (05/08). Emas spot turun tipis sekitar 0,2% ke US$4.069,41 per troy ons, setelah menguat 0,6% pada sesi sebelumnya. Dolar AS yang relatif datar membuat pergerakan emas belum memiliki dorongan kuat.

Sentimen pasar ditopang oleh kemajuan pembicaraan pembukaan kembali Selat Hormuz. Qatar menyebut rancangan proposal telah disiapkan, sementara pejabat Amerika Serikat dan Iran memberikan sinyal bahwa negosiasi mulai bergerak maju. Optimisme tersebut membuat minyak jatuh tajam, dengan Brent sebelumnya ditutup di US$79,36 dan WTI di US$75,77 per barel.

Penurunan minyak meredakan kekhawatiran terhadap inflasi energi dan mengurangi ekspektasi pengetatan agresif dari Federal Reserve. Pasar kini memperkirakan hanya satu kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, turun dari dua kenaikan yang sempat diperhitungkan pekan lalu. Berkurangnya peluang kenaikan bunga menjadi sentimen positif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, kemajuan diplomasi AS–Iran juga mengurangi permintaan emas sebagai aset aman. Kondisi ini membuat emas bergerak terbatas karena dukungan dari menurunnya ekspektasi suku bunga tertahan oleh berkurangnya risiko geopolitik. The Fed sebelumnya menahan suku bunga untuk kelima kalinya berturut-turut, meski tiga pejabat memilih kenaikan 25 basis poin.

Dukungan tambahan datang dari investor China. ETF berbasis emas di negara tersebut mencatat arus masuk selama 14 hari berturut-turut hingga Senin, menjadi periode terpanjang sejak Maret. Pembelian saat harga melemah membantu menjaga emas tetap bertahan di atas area psikologis US$4.000.

Fokus pasar hari ini tertuju pada data ADP Non-Farm Employment Change Juli yang dijadwalkan rilis pukul 19.15 WIB. Konsensus berada di sekitar 68.000–70.000, lebih rendah dari posisi sebelumnya sebesar 98.000. Data yang lebih lemah berpotensi menekan dolar dan mendukung emas, sedangkan hasil yang lebih kuat dapat menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga.

Analisis Newsmaker: Emas masih cenderung berkonsolidasi selama bergerak di antara US$4.050–US$4.100. Jika mampu menembus US$4.100, peluang kenaikan terbuka menuju US$4.135–US$4.150. Sebaliknya, penurunan di bawah US$4.050 dapat membawa emas menguji US$4.020 hingga US$4.000. Arah berikutnya kemungkinan ditentukan oleh data ADP malam ini dan laporan NFP pada Jumat.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Awas, Emas Terjebak Hormuz dan The Fed!

Harga emas masih tertahan di zona pelemahan setelah tekanan dari dua arah besar kembali muncul, yaitu ketegangan di Selat Hor...

14 July 2026 07:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai