Wall Street Ditutup Melemah Saham Chip Jadi Beban Utama
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (23/6), setelah aksi jual besar di saham teknologi dan produsen chip menekan sentimen pasar. S&P 500 turun 1,4%, sementara Nasdaq 100 merosot 3,3% karena investor mulai mempertanyakan keberlanjutan reli saham berbasis kecerdasan buatan atau AI. Pelemahan ini menunjukkan bahwa pasar mulai lebih selektif terhadap saham-saham teknologi yang sebelumnya naik tajam karena euforia AI.
Tekanan paling besar datang dari saham semikonduktor dan chip memori. Nvidia turun 4,2%, Broadcom melemah 3,1%, Qualcomm anjlok 8%, AMD turun 5,8%, Micron merosot 13,2%, dan Sandisk jatuh 11,2%. Koreksi ini terjadi setelah muncul kekhawatiran bahwa belanja besar perusahaan teknologi untuk infrastruktur AI belum tentu menghasilkan keuntungan sesuai ekspektasi. Investor juga mencermati kabar SK Hynix yang memperlambat produksi chip AI canggih untuk mengalihkan kapasitas ke DRAM komoditas.
Saham teknologi besar lainnya juga ikut tertekan. Tesla turun 5,8%, sementara Oracle melemah 5,8% karena pasar mengurangi eksposur terhadap saham-saham yang sensitif terhadap belanja data center dan proyek infrastruktur AI. Di sisi lain, SpaceX justru naik 1% setelah sebelumnya berada dalam tekanan. Namun, keputusan perusahaan menerbitkan obligasi hanya sepekan setelah IPO tetap menambah kekhawatiran pasar terhadap besarnya kebutuhan pendanaan di sektor teknologi.
Tekanan terhadap Wall Street juga diperbesar oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tetap tinggi. Yield Treasury masih bertahan di level tinggi setelah dot plot The Fed pekan lalu menunjukkan sikap yang lebih hawkish. Meskipun harga energi melemah, pasar tetap menilai tekanan suku bunga belum mereda. Kondisi ini membatasi ruang pemulihan sektor-sektor tradisional dan membuat saham dengan valuasi tinggi, terutama teknologi, semakin rentan terhadap aksi jual.
Meski tekanan di Nasdaq cukup besar, Dow Jones mampu ditutup mendekati level datar karena mendapat dukungan dari saham sektor kesehatan dan consumer defensive. Pergerakan ini menunjukkan rotasi sementara dari saham teknologi berisiko tinggi menuju sektor yang lebih defensif. Ke depan, investor akan mencermati apakah koreksi saham chip hanya aksi ambil untung jangka pendek atau menjadi tanda awal bahwa euforia AI mulai kehilangan tenaga.(yds)
Sumber: Newsmaker.id