S&P 500 dan Nasdaq Turun Seiring Harga Minyak Naik
Pasar saham AS turun pada perdagangan Kamis (21/5), terdorong oleh lonjakan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah, sementara investor menilai apakah laporan laba Nvidia memenuhi ekspektasi tinggi di sektor kecerdasan buatan.
S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,5%, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 276 poin atau 0,6%. Lonjakan harga minyak dipicu laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan uranium yang diperkaya tetap berada di dalam negeri, memperumit prospek penyelesaian konflik AS-Iran. Harga WTI naik 3% ke $102 per barel, sedangkan Brent naik 3% ke $108 per barel.
Kenaikan minyak turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah. Treasury 10-tahun naik 4 basis poin menjadi 4,615%, sementara 30-tahun naik 2 basis poin menjadi 5,14%, seiring kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang meningkat.
Investor juga mencermati laporan kuartalan Nvidia. Perusahaan chip ini melampaui ekspektasi laba dan panduan, serta mengumumkan kenaikan dividen kuartalan menjadi $0,25 per saham. Namun, saham Nvidia relatif stabil karena pasar telah mematok harapan tinggi terhadap perusahaan di tengah booming AI.
Sebelumnya pada Rabu, pasar sempat pulih setelah harga minyak dan imbal hasil obligasi menurun, didukung komentar Presiden Donald Trump mengenai kemajuan negosiasi damai dengan Iran, yang menimbulkan optimisme investor.
Pemantauan ke depan akan fokus pada pergerakan harga minyak dan obligasi, perkembangan negosiasi AS-Iran, serta laporan kuartalan perusahaan teknologi besar, terutama Nvidia, yang menjadi barometer sentimen pasar terhadap sektor AI dan teknologi global.(arl)
Sumber: newsmaker.id