Dolar Lemah Saat Optimisme Kesepakatan AS-Iran
Indeks dolar AS turun ke sekitar 99 pada Kamis, menjauhi level tertinggi enam minggu, seiring meningkatnya optimisme atas kemungkinan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran. Prospek ini menurunkan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga, sekaligus mengurangi permintaan safe-haven untuk greenback.
Presiden Trump menyatakan bahwa AS berada dalam tahap akhir negosiasi dengan Iran, meningkatkan harapan bahwa Selat Hormuz yang strategis dapat segera dibuka kembali. Pembukaan jalur pengiriman ini menekan harga minyak, membantu meredakan tekanan inflasi dan menurunkan ekspektasi bank sentral untuk mengetatkan kebijakan.
Meski demikian, notulen rapat Federal Reserve terakhir menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan menilai kenaikan suku bunga tambahan tahun ini tetap mungkin jika inflasi tetap di atas target 2%.
Pasar secara umum masih memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk sisa tahun ini, meskipun saat ini trader memberi probabilitas sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga pada Desember.
Sentimen ini mencerminkan keseimbangan antara optimisme geopolitik dan kewaspadaan terhadap inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter AS.
Poin Utama:
- Dolar melemah ke sekitar 99 setelah puncak enam minggu.
- Optimisme kesepakatan AS-Iran turunkan permintaan safe-haven.
- Pembukaan Selat Hormuz meredakan tekanan harga minyak dan inflasi.
- Notulen Fed tunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga tetap ada.
- Pasar menilai Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun.(asd)
Sumber : Newsmaker.id