Risalah Fed: Mayoritas Pejabat Isyaratkan Suku Bunga Bisa Naik
Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) April 2026 mengungkapkan mayoritas pejabat Federal Reserve (Fed) menekankan bahwa pengetatan kebijakan mungkin diperlukan jika inflasi terus melampaui target 2% secara konsisten. Beberapa peserta rapat menyatakan mereka ingin bahasa yang menyiratkan bias pelonggaran dalam pernyataan pasca-rapat dihapus, agar tidak menimbulkan kesan bahwa suku bunga akan cenderung turun.
Namun, sejumlah pejabat juga menyoroti bahwa penurunan suku bunga bisa tepat dilakukan ketika ada indikasi jelas bahwa inflasi kembali terkendali atau jika terdapat tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja.
Dalam pertemuan April, Fed memutuskan untuk mempertahankan target suku bunga federal funds pada kisaran 3,5%–3,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut. Keputusan ini tidak sepenuhnya bulat, dengan catatan voting 8-4 — pertama kalinya sejak Oktober 1992 empat pejabat menentang keputusan FOMC.
Risalah tersebut menegaskan dilema yang dihadapi Fed: menjaga keseimbangan antara menahan tekanan inflasi yang meningkat dan memantau kesehatan pasar tenaga kerja, sambil menyiapkan jalur kebijakan yang fleksibel sesuai kondisi ekonomi yang berubah cepat.
Analis menilai keputusan dan sinyal ini menunjukkan Fed semakin berhati-hati dalam menghadapi inflasi yang dipicu oleh harga energi tinggi dan ketegangan geopolitik, sementara pasar kini mengamati langkah Fed berikutnya dengan cermat.(yds)*
Sumber: Newsmaker.id