Emas Terangkat Risk-On, Tapi Inflasi Energi Menahan Laju
Harga emas menguat terbatas pada Jumat (24/4), terbantu pelemahan dolar setelah AS dan Iran memberi sinyal akan melanjutkan putaran kedua pembicaraan di Pakistan. Spot gold naik 0,3% di US$4.710,57/oz, sementara gold futures berakhir di US$4.725,40/oz.
Dorongan utama datang dari melemahnya dolar ketika investor mengurangi posisi safe haven dan beralih ke aset berisiko, sehingga emas yang berdenominasi dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli non-AS. Sentimen juga membaik setelah Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut sedang memulai rangkaian kunjungan ke Islamabad, Muscat, dan Moskow, meski pernyataannya menekankan agenda koordinasi bilateral dan konsultasi kawasan.
Dari pihak AS, Gedung Putih mengonfirmasi utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat ke Pakistan pada Sabtu pagi untuk pertemuan lanjutan. Karoline Leavitt menyatakan Iran meminta percakapan tatap muka tersebut dan Washington berharap pertemuan bisa “mendorong bola” menuju kesepakatan.
Meski menguat harian, emas tetap menuju pelemahan mingguan. Sepanjang pekan, spot gold turun 2,5% dan futures turun 3,2%, tertahan lonjakan harga minyak yang memicu kembali kekhawatiran guncangan inflasi berbasis energi. Kenaikan minyak memperbesar risiko suku bunga “lebih tinggi lebih lama” atau bahkan kenaikan suku bunga, kondisi yang biasanya membebani aset non-yielding seperti emas.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id