Safe Haven Tertahan, Emas Turun di Tengah Inflasi Energi
Harga emas bergerak melemah dalam perdagangan terbaru dan mengarah pada penurunan mingguan sekitar 2%. Spot gold tercatat turun tipis ke kisaran US$4.614,98 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka AS juga melemah ke sekitar US$4.626,40. Tekanan ini muncul saat pelaku pasar masih mencermati lonjakan harga minyak dan dampaknya terhadap prospek inflasi global.
Faktor utama yang menekan emas adalah kekhawatiran bahwa harga minyak yang masih tinggi dapat membuat inflasi bertahan lebih lama. Kondisi tersebut membuat pasar menilai bank sentral, termasuk Federal Reserve, berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Bagi emas, situasi ini menjadi beban karena emas tidak memberikan imbal hasil, sehingga kurang menarik saat suku bunga dan yield tetap tinggi.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menahan penurunan emas agar tidak terlalu dalam. Konflik terkait Iran dan ketidakpastian di kawasan Selat Hormuz tetap membuat sebagian investor berhati-hati. Namun, untuk saat ini, sentimen inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih dominan dibandingkan permintaan safe haven.
Ke depan, arah pergerakan emas masih akan bergantung pada tiga hal utama: harga minyak, kekuatan dolar AS, dan sinyal kebijakan The Fed. Jika minyak tetap tinggi dan inflasi kembali menguat, peluang pemangkasan suku bunga bisa semakin tertunda dan emas berisiko kembali tertekan. Namun, jika dolar melemah atau risiko geopolitik meningkat, emas masih berpeluang rebound.(CP)
Sumber: Newsmaker.id