Aktivitas Manufaktur AS Tumbuh Terkuat 4 Tahun, Tapi Tekanan Biaya Meninggi
Aktivitas manufaktur AS meningkat paling kuat dalam empat tahun pada Mei, didorong oleh upaya perusahaan untuk mengantisipasi lonjakan biaya terkait konflik Iran. S&P Global Flash PMI manufaktur naik 0,8 poin menjadi 55,3, menunjukkan ekspansi, sementara indeks harga input melonjak lebih dari 11 poin ke level tertinggi sejak Juni 2022.
Kenaikan ini sebagian bersifat sementara, karena konflik telah mengganggu rantai pasok dan mendorong biaya energi serta bahan pokok naik tajam. Namun, aktivitas bisnis secara keseluruhan, termasuk sektor jasa, tetap datar pada Mei, dengan pertumbuhan pesanan melambat ke level terlemah dalam dua tahun terakhir.
Indikator komposit menunjukkan penurunan tenaga kerja tercepat dalam hampir dua tahun, sementara penyedia jasa mengurangi staf pada tingkat tercepat kedua sejak awal pandemi. Harga input dan output tercatat naik ke level tertinggi sejak 2022, dengan waktu pengiriman pemasok untuk manufaktur memanjang paling signifikan sejak pertengahan 2022.
Kondisi ini menegaskan tekanan inflasi yang semakin luas, terutama karena penutupan efektif Selat Hormuz terhadap pengiriman energi dan bahan penting manufaktur. Sektor jasa menunjukkan ekspektasi terlemah sejak April tahun lalu, mencerminkan kekhawatiran atas prospek ekonomi yang membayangi.
Variabel yang perlu dipantau: harga energi global, kondisi rantai pasok, inflasi input/output, dan data manufaktur serta jasa berikutnya.(arl)
Sumber: newsmaker.id