Wall Street Melemah, Saham Chip Kembali Menekan Indeks
Saham AS melemah pada Selasa (19/5), terseret aksi jual lanjutan di saham-saham semikonduktor yang selama ini menjadi motor reli bertema AI. Pasar juga memantau pergerakan minyak setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran, serta imbal hasil obligasi yang masih bertahan dekat level multi-tahun dan berisiko menekan daya beli konsumen.
Pada perdagangan Selasa, S&P 500 turun 0,5% dan Nasdaq Composite melemah 0,6%, dengan keduanya menuju penurunan hari ketiga beruntun. Dow Jones turun 357 poin atau 0,7%.
Tekanan terbesar datang dari sektor chip. Philadelphia Semiconductor Index turun 0,6% dan tercatat turun lebih dari 6% dalam dua hari, di tengah aksi ambil untung serta kekhawatiran valuasi dan keberlanjutan belanja data center yang sangat agresif. Nvidia turun tipis menjelang rilis laporan keuangan kuartal fiskal pertama pada Rabu setelah penutupan pasar, sementara Qualcomm jatuh lebih dari 3% dan Broadcom turun 1,8%.
Harga minyak melemah pada Selasa setelah Trump mengatakan pada Senin malam bahwa ia menahan rencana serangan ke Iran setelah tiga pemimpin kawasan Timur Tengah memintanya untuk “hold off.” WTI turun 0,4% ke US$103,81 per barel, sedangkan Brent turun 1% ke US$110,96. Pernyataan Trump sempat membantu S&P 500 dan Nasdaq memangkas kerugian pada akhir sesi Senin, meski keduanya tetap ditutup turun untuk hari kedua berturut-turut.
Koreksi ini terjadi setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir, ketika S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor baru pekan lalu dan Dow sempat kembali ke level 50.000. Namun Kevin Gordon dari Schwab Center for Financial Research menilai reli pasar kemungkinan sudah melewati fase terbaiknya, ketika investor kini lebih sensitif terhadap kombinasi yield tinggi, harga energi yang masih elevated, dan valuasi saham teknologi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id