Dolar Menguat, Pasar Naikkan Taruhan Fed Lebih Hawkish
Dolar AS menguat pada Selasa (19/5) ketika investor kembali memusatkan perhatian pada risiko inflasi berbasis energi dan kemungkinan pergeseran The Fed ke sikap yang lebih hawkish. Ketidakpastian arah kesepakatan damai di Timur Tengah turut menjaga permintaan defensif terhadap greenback.
Indeks dolar naik 0,32% ke 99,30. Euro turun 0,38% ke US$1,1611, sementara pound melemah 0,26% ke US$1,3398, mencerminkan dominasi dolar di tengah volatilitas geopolitik dan obligasi.
Trump mengatakan ada “peluang sangat bagus” untuk mencapai kesepakatan yang membatasi program nuklir Iran. Namun, laporan dari Iran menyebut syarat proposal terbaru tidak banyak berubah dari penawaran sebelumnya yang pekan lalu ditolak Trump sebagai “garbage”, sehingga pasar tetap ragu terobosan cepat akan terjadi.
Dolar juga ditopang kanal inflasi dan suku bunga. Penutupan efektif Selat Hormuz sebelumnya mendorong lonjakan harga minyak dan mengangkat permintaan safe haven dolar, terutama karena AS dipandang lebih terlindungi sebagai eksportir energi dibanding ekonomi yang bergantung impor seperti Jepang dan zona euro. Harga minyak turun pada Selasa setelah komentar Trump, tetapi narasi inflasi energi masih membayangi.
Di pasar suku bunga, penguatan dolar diperkuat oleh yield yang lebih tinggi dan ketidakpastian tentang respons Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, jika tekanan harga kembali meningkat. Trader Fed funds kini memperhitungkan sekitar 50% peluang kenaikan suku bunga pada Desember, meski banyak analis menilai kenaikan baru lebih mungkin jika inflasi inti dan ekspektasi inflasi ikut menguat.
Di Asia, yen melemah 0,14% ke 159,05 per dolar. Data menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 2,1% (annualized) pada kuartal I, mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan pada Juni, namun pasar juga menunggu detail anggaran tambahan yang berpotensi menekan kondisi fiskal. Otoritas Jepang menegaskan siap merespons volatilitas berlebih, dengan perhatian pasar tetap tertuju pada risiko intervensi lanjutan.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id