Emas Pangkas Kenaikan Saat Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Kesepakatan AS–Iran
Harga emas memangkas sebagian kenaikan pada Kamis (7/5) seiring dolar AS berbalik menguat, setelah harapan akan kesepakatan damai segera antara Amerika Serikat dan Iran memudar akibat sinyal yang beragam dari pihak Tehran. Sentimen pasar juga tertekan oleh laporan bahwa Washington mempertimbangkan kembali operasi pengawalan kapal komersial melalui Selat Hormuz.
Harga emas spot tercatat naik tipis sekitar 0,3% ke US$4.705,76 per ons, sementara kontrak berjangka emas menguat 0,4% ke US$4.714,84 per ons. Meski demikian, kedua kontrak tersebut telah mundur dari level tertinggi dua pekan yang sempat dicapai sebelumnya.
Pada sesi sebelumnya, emas melonjak lebih dari 3%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak akhir Maret, didorong oleh anjloknya harga minyak dan ekspektasi meredanya ketegangan di Timur Tengah. Namun kini pasar cenderung menunggu kejelasan lebih lanjut terkait jalur diplomasi antara Washington dan Tehran.
Laporan menyebut kedua negara tengah bekerja sama dengan mediator untuk menyusun kerangka kesepakatan satu halaman berisi sejumlah poin utama guna membuka kembali negosiasi menuju perdamaian jangka panjang. Pembicaraan diperkirakan akan dimulai pekan depan di Pakistan, dengan agenda lanjutan mencakup isu pengayaan nuklir dan pencabutan sanksi, meski perbedaan pandangan masih cukup signifikan.
Di sisi lain, pesan dari Iran dinilai belum konsisten. Media pemerintah menyatakan proposal AS masih dalam tahap peninjauan, sementara pejabat lain menggambarkan rencana tersebut sebagai daftar keinginan sepihak. Selain itu, Iran dilaporkan menerapkan protokol baru bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, mewajibkan pengisian dokumen khusus sebagai syarat transit, yang menambah ketidakpastian di pasar energi dan logam mulia.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id