• Tue, May 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 May 2026 07:32  |

Emas Menguat, Jebakan atau Tren Baru?

Harga emas melanjutkan kenaikan pada Selasa (19/5), ditopang harapan bahwa jalur diplomasi AS–Iran dapat meredakan tekanan inflasi yang belakangan membebani logam mulia. Emas menguat meski pasar tetap mewaspadai risiko eskalasi baru di Timur Tengah.

Emas naik hingga 0,4% dan diperdagangkan di sekitar US$4.585 per ons setelah menutup sesi sebelumnya naik 0,6%. Pada 07:18 waktu Singapura, emas spot tercatat US$4.584,50 per ons.

Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah mengizinkan gelombang serangan baru terhadap Iran pekan ini, namun menahan diri setelah tiga sekutu Teluk meminta waktu tambahan untuk negosiasi kesepakatan nuklir. Trump menyebut pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta penundaan karena yakin bisa mendorong kesepakatan yang memenuhi tuntutan AS.

Meski demikian, proses negosiasi masih rapuh. Axios (media AS) melaporkan proposal yang disampaikan Iran melalui mediator Pakistan pada Minggu dinilai tidak menunjukkan perbaikan yang berarti, mempertegas bahwa peluang de-eskalasi belum sepenuhnya solid.

Dari sisi transmisi pasar, imbal hasil Treasury bertahan dekat level tertinggi multi-tahun, sementara harga energi yang masih tinggi terus memelihara kekhawatiran inflasi. Kombinasi yield yang tinggi dan suku bunga yang bertahan ketat biasanya membatasi penguatan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Emas juga masih bergerak dalam kisaran sempit sejak jatuh tajam pada fase awal perang dan kini tercatat turun lebih dari 13% sejak konflik pecah. OCBC menilai dinamika Timur Tengah, harga minyak, dan yield masih bisa membebani emas dalam jangka pendek, namun tetap melihat emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian global. Perak naik 1,2% ke US$78,68, sementara Bloomberg Dollar Spot Index sedikit lebih rendah setelah turun 0,3% pada sesi sebelumnya.

Minyak Brent mengalami penurunan ke $109 per barel setelah adanya konfirmasi AS tahan serangan, hal ini meredakan kekhawatiran Inflasi sehingga Dollar mendapat sentimen hingga melemah, dan Emas Menguat.

5 poin inti:

- Emas mencoba pulih hingga 0,4%; spot di US$4.584,50 (07:18 Singapura).

- Harapan gencatan AS–Iran meredakan sebagian kekhawatiran inflasi.

- Trump menahan serangan baru setelah Qatar–Saudi–UEA minta waktu negosiasi.

- Ayu dari Newsmaker menambahkan, pasar saat ini membaca minyak sebagai pemicu utama; ketika minyak turun, dolar ikut melemah melalui ekspektasi inflasi dan suku bunga, dan emas kemudian merespons naik seperti saat ini.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai