Emas Naik Tipis, Yield Turun Usai Sinyal Terobosan Hormuz
Harga emas menguat pada Senin setelah imbal hasil obligasi AS turun, dipicu harapan baru akan terobosan dalam kebuntuan AS–Iran terkait Selat Hormuz. Emas batangan sempat naik hingga 1% sebelum memangkas sebagian kenaikan.
Penurunan yield menjadi pendorong utama karena suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Yield obligasi AS turun hingga 3 basis poin setelah media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan Washington mengusulkan pengecualian sementara atas sanksi minyak Iran hingga tercapai kesepakatan akhir, mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi.
Meski menguat hari ini, emas masih bergerak dalam kisaran sempit sejak jatuh tajam di awal perang. Investor masih menimbang dua risiko yang berlawanan: inflasi yang dapat menahan suku bunga tetap tinggi, versus kekhawatiran pertumbuhan yang bisa mendorong pelonggaran moneter jika konflik berlarut. Secara kumulatif, emas disebut turun lebih dari 13% sejak perang dimulai.
JPMorgan menilai minat investasi baru pada logam mulia “mengering menjadi tetesan” karena kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi. Menurut bank tersebut, penyelesaian konflik menjadi kunci untuk menghidupkan kembali permintaan, meski pasar masih bisa mendapat penopang dari pembelian bank sentral.
Pada 10:39 pagi waktu New York, emas spot naik 0,2% menjadi US$4.547,68 per ons. Perak naik 0,86%, sementara Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2%, turut membantu ruang penguatan logam mulia.(gn)
Sumber: Newsmaker.id