Bursa Asia Menguat, Trump Tunda Serangan Iran jadi Katalis Baru!
Bursa Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada Selasa (19/5), terbantu pelemahan tipis harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan menunda serangan ke Iran. Pada 20:01 ET, WTI Juni turun 1,27% ke US$107,28 per barel, sementara Brent Juli turun 2,67% ke US$109,11 per barel.
Sentimen membaik karena pasar membaca penundaan serangan sebagai sinyal ruang negosiasi. Namun Trump tetap memperingatkan militer AS harus siap melakukan serangan skala besar jika kesepakatan “yang dapat diterima” tidak tercapai, menjaga risiko geopolitik tetap tinggi di tengah gencatan senjata yang rapuh.
Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,68% dan Topix menguat 1,16%. Australia juga positif dengan ASX naik 1,08%. Sementara Korea Selatan melemah, dengan Kospi turun 1,06% dan Kosdaq cenderung datar. Hang Seng futures di 25.558, lebih rendah dibanding penutupan terakhir indeks di 25.675,18.
Investor Jepang juga mencerna data PDB kuartal I yang menunjukkan ekonomi tumbuh 2,1% (annualized), di atas estimasi konsensus 1,7% dan lebih tinggi dari 1,3% kuartal sebelumnya. Angka ini belum sepenuhnya menangkap dampak perang Iran yang pecah akhir Februari. Perhatian pasar turut mengarah ke pertemuan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Di AS, futures menguat tipis: S&P 500 futures naik 0,1%, Nasdaq 100 futures naik 0,2%, dan Dow futures naik 25 poin. Pada sesi reguler Senin, S&P 500 turun 0,07% ke 7.403,05, Nasdaq turun 0,51% ke 26.090,73, sementara Dow naik 159,95 poin ke 49.686,12.
Meski minyak terkoreksi, pasar menilai risiko normalisasi pasokan energi masih jauh karena Selat Hormuz tetap tertutup oleh Teheran dan AS masih memblokade pelabuhan Iran. Moody’s menilai konflik yang memasuki bulan ketiga menyisakan peluang kecil untuk penyelesaian cepat dan pembukaan penuh Hormuz.
Lima poin utama hari ini:
- Bursa Asia mayoritas menguat karena minyak melunak
- WTI Juni US$107,28 dan Brent Juli US$109,11 pada 20:01 ET
- Jepang ditopang PDB Q1 2,1% di atas ekspektasi
- Trump tunda serangan, tapi tetap siapkan opsi eskalasi dan Hormuz tetap tertutup, sehingga risiko energi dan inflasi masih menjadi faktor penentu arah aset berisiko.
- Ayu dari Newsmaker menilai, kali ini Asia bergerak beda arah dengan Wall Street karena pasar merespons faktor baru yaitu Trump tunda serangan ke Iran pasca penutupan Wall Street, sehingga sentimen lebih dulu bergeser.(asd)
Sumber: Newsmaker.id