Dolar Stabil Setelah Turun Tajam Kemarin, Ini Penyebabnya!
Indeks dolar bertahan di sekitar 99 pada Selasa (19/05), setelah mengalami pelemahan pada sesi sebelumnya. Stabilnya pergerakan terjadi ketika pasar menilai ulang permintaan aset aman yang sempat menopang dolar.
Sentimen membaik seiring optimisme baru terhadap potensi kesepakatan AS–Iran yang dinilai bisa meredakan kekhawatiran inflasi dan menekan kebutuhan lindung nilai. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menangguhkan serangan terhadap Iran yang semula direncanakan pada Selasa, setelah Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab meminta penundaan dengan keyakinan bahwa kesepakatan yang dapat diterima Washington masih bisa dicapai.
Sebelum koreksi pada Senin, dolar sempat menguat karena lonjakan harga minyak terkait konflik Timur Tengah dan menguatnya tekanan inflasi AS mendorong pasar menyingkirkan peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Pada saat yang sama, sebagian pelaku pasar kembali membuka spekulasi bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Pelaku pasar kini menunggu risalah pertemuan FOMC dan data kilat PMI AS untuk memperjelas prospek kebijakan moneter dan kondisi aktivitas ekonomi. Pergerakan minyak serta perkembangan negosiasi AS–Iran akan tetap menjadi variabel kunci karena keduanya memengaruhi jalur inflasi, ekspektasi suku bunga, dan permintaan safe haven terhadap dolar. (asd)
Sumber: Newsmaker.id