Hormuz Bayangi Hang Seng
Saham Hong Kong melemah pada Senin (18/5) seiring investor mengurangi risiko setelah ketegangan Timur Tengah kembali memanas. Indeks Hang Seng turun 323 poin atau 1,2% ke 25.640, menjadi level terendah sejak April 2026.
Sentimen memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada Iran, memicu kekhawatiran eskalasi lanjutan dan potensi gangguan pasokan energi global. Pasar menilai risiko geopolitik ini bisa memperpanjang volatilitas lintas aset.
Harga minyak naik lebih dari 1% di tengah kekhawatiran gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, rute penting perdagangan energi dunia. Lonjakan minyak menambah kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi biaya operasional perusahaan, sehingga menekan minat terhadap aset berisiko seperti ekuitas.
Di bursa, saham sektor finansial dan teknologi memimpin pelemahan. Tencent turun 0,3% dan AIA melemah 1,0%, sementara beberapa saham lain seperti Shenzhou International (-0,7%), HKEX (-0,1%), dan SMIC (-0,8%) juga bergerak turun.
Di tengah tekanan pasar, Xiaomi naik hampir 1% dan menjadi pengecualian di antara saham berkapitalisasi besar. Ke depan, pelaku pasar cenderung memantau arah harga minyak, perkembangan geopolitik AS-Iran, serta dampaknya pada ekspektasi inflasi dan suku bunga global.
Sumber: Newsmaker.id