Yen Melemah Meski PDB Jepang Menguat
Yen Jepang melemah mendekati 159 per dolar pada Selasa (19/05), memperpanjang penurunan selama tujuh hari berturut-turut. Penurunan ini terjadi meskipun data pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari perkiraan. Hal ini terjadi ketika pasar kembali menimbang arah kebijakan dan faktor risiko eksternal yang belum sepenuhnya tercermin dalam data.
Berdasarkan data, ekonomi Jepang tumbuh 0,5% pada kuartal I/2026, tumbuh lebih dari 0,2% dibandingkan pada kuartal IV, mengungguli konsensus 0,4% dan menjadi laju tercepat sejak kuartal III/2024. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan suku bunga, meski prospeknya dinilai tetap tidak pasti.
Ketidakpastian terutama terkait dampak konflik Timur Tengah yang belum sepenuhnya tercermin dalam indikator aktivitas, sehingga pasar cenderung menahan penilaian terhadap trajektori pertumbuhan berikutnya. Dalam konteks itu, yen tetap kesulitan menemukan katalis penguatan yang konsisten meski narasi kebijakan BOJ relatif lebih hawkish dibanding periode sebelumnya.
Perhatian pasar juga tertuju pada kedekatan yen dengan area 160 per dolar, level yang sebelumnya memicu langkah stabilisasi oleh otoritas Jepang pada akhir April. Investor tetap waspada terhadap potensi intervensi lanjutan setelah sejumlah pejabat Jepang menyatakan tidak ada batas seberapa sering otoritas dapat masuk ke pasar valas, membuat level psikologis 160 menjadi salah satu titik pantau utama. (asd)
Sumber: Newsmaker.id