S&P 500 Tergelincir, CPI dan Lonjakan Minyak Tekan Saham Teknologi
S&P 500 melemah pada Selasa (12/5) seiring tekanan di saham teknologi dan kenaikan tajam harga minyak setelah data inflasi AS April keluar lebih tinggi dari perkiraan. Nasdaq juga terkoreksi, sementara Dow Jones masih bertahan di zona hijau.
Indeks S&P 500 turun 0,16% dan Nasdaq Composite melemah 0,71%. Dow Jones Industrial Average naik 56,09 poin atau 0,11%, menandakan rotasi yang lebih defensif di tengah kombinasi inflasi dan risiko energi.
Tekanan terbesar datang dari saham chip yang sebelumnya memimpin reli. Micron berbalik turun lebih dari 4% setelah menguat tajam dalam beberapa pekan terakhir. AMD turun 3% dan Qualcomm merosot 11%, memperkuat koreksi di segmen teknologi.
Di pasar energi, WTI melonjak 4,19% dan ditutup di US$102,18 per barel, sementara Brent naik sekitar 3% ke atas US$107. Kenaikan minyak berlanjut setelah Trump menyebut gencatan senjata AS–Iran yang berusia sebulan “sangat lemah” dan “on massive life support” usai menolak balasan proposal Iran untuk mengakhiri perang.
Iran, dalam tawaran baliknya, disebut menuntut reparasi perang, kedaulatan penuh atas Selat Hormuz, pelepasan aset Iran yang dibekukan, dan pencabutan sanksi ekonomi. Dengan energi kembali mahal, pelaku pasar menyoroti dampaknya terhadap inflasi dan belanja konsumen, yang masih menjadi porsi utama aktivitas ekonomi.
Dari sisi data, CPI April naik 0,6% dan inflasi tahunan mencapai 3,8%, di atas perkiraan 3,7% dan menjadi laju tertinggi sejak Mei 2023. Pasar kini mencermati apakah tekanan inflasi terkait energi akan berlanjut, serta bagaimana perkembangan perang AS–Iran dan dinamika Selat Hormuz membentuk arah minyak dan sentimen risiko.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id