• Tue, May 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 May 2026 11:48  |

Emas Stabil, Pasar Pantau Hormuz dan Jelang CPI AS

Harga emas bergerak terbatas setelah mencatat kenaikan moderat dua hari, seiring investor menilai kebuntuan konflik di Timur Tengah dan fluktuasi bursa Asia menjelang rilis data inflasi AS. Emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.726 per ons, sempat memangkas penguatan intraday.

Sentimen geopolitik tetap menjadi latar utama. Presiden AS Donald Trump pada Senin mengecam respons Iran atas proposal damai AS dan menyebut gencatan senjata yang rapuh di Selat Hormuz berada di “massive life support”, memperkecil harapan penyelesaian cepat dan menjaga ketidakpastian pada jalur energi strategis.

Dari pasar saham, volatilitas sempat muncul ketika saham Korea Selatan turun lebih dari 5% sebelum memangkas pelemahan. Penurunan dipicu komentar pembuat kebijakan lokal tentang gagasan “dividen” bagi warga dari pajak keuntungan AI, yang kemudian diklarifikasi. Pergerakan ekuitas seperti ini ikut memengaruhi minat aset lindung nilai, termasuk emas, meski dampaknya tidak selalu satu arah.

Secara fundamental, emas menghadapi tarik-menarik. Tahun ini pergerakannya volatil: sempat mencetak rekor pada akhir Januari lalu terkoreksi. Sejak konflik Timur Tengah pecah, harga minyak yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi, sehingga muncul pandangan bank sentral dapat mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya untuk meredam dampak inflasi energi. Kondisi suku bunga tinggi menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Christopher Wong dari Oversea-Chinese Banking Corp menilai pergerakan emas kini lebih menyerupai “proxy risiko makro” ketimbang safe haven murni, karena terjepit antara kanal minyak dan inflasi, pricing The Fed, dinamika dolar, serta sentimen risiko. Menjelang CPI AS, emas spot turun 0,2% ke US$4.726,09 pada 12:37 di Singapura, sementara Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2%. Perak naik 0,2% ke US$86,25 setelah lonjakan lebih dari 7% pada Senin; platinum dan palladium turun.

5 inti poin:

- Emas stabil di area US$4.726 jelang rilis CPI AS.

- Trump menyebut gencatan senjata Iran “massive life support”, menjaga risiko geopolitik.

- Bursa Asia bergejolak, termasuk saham Korea Selatan yang sempat turun tajam lalu pulih sebagian.

- Minyak tinggi menjaga risiko inflasi dan memperkuat narasi suku bunga bertahan tinggi, menjadi headwind emas.

- Dolar menguat tipis; emas turun 0,2% pada sesi siang Singapura, perak menguat tipis.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai