• Tue, May 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 May 2026 11:08  |

Minyak Naik, Trump Ragukan Gencatan Senjata AS–Iran

Harga minyak melanjutkan penguatan setelah Presiden AS Donald Trump meragukan keberlanjutan gencatan senjata dengan Iran dan menolak tawaran damai terbaru Teheran, memperpanjang kondisi “hampir tertutupnya” Selat Hormuz. Brent diperdagangkan mendekati US$105 per barel setelah naik 2,9% pada sesi sebelumnya, sementara WTI berada dekat US$99.

Trump mengatakan di Oval Office bahwa gencatan senjata berada di “massive life support” sambil mengecam respons Iran atas proposal AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung 10 pekan. Meski gencatan senjata disebut sudah berlaku sejak awal April dan bertahan walau ada sejumlah insiden, termasuk serangan terhadap kapal, gangguan di Hormuz tetap menekan arus minyak, gas, dan bahan bakar ke pasar global, memicu kekhawatiran krisis inflasi.

Menurut sumber yang memahami pembahasan, Iran menuntut AS mencabut blokade laut dan memberi pelonggaran sanksi, namun tetap mempertahankan tingkat kontrol atas lalu lintas di Selat Hormuz. Bloomberg Economics menilai kesepakatan damai komprehensif kecil kemungkinannya, dan risiko kembali ke serangan masih ada, meski intensitasnya diperkirakan hanya sementara sebelum turun menjadi konflik level rendah yang lebih “normal” dalam konflik berkepanjangan.

Di Washington, Axios melaporkan Trump akan bertemu tim keamanan nasional untuk membahas perang, termasuk kemungkinan melanjutkan aksi militer. Trump juga mengatakan kepada Fox News bahwa ia mempertimbangkan menghidupkan kembali rencana pengawalan kapal melewati Hormuz. Di sisi domestik, lonjakan harga BBM AS menambah tekanan politik jelang pemilu paruh waktu November, sementara pemerintah AS kembali melepas minyak darurat untuk meredam kenaikan harga.

Saudi Aramco menyebut pasar global kehilangan sekitar 100 juta barel pasokan per pekan saat Hormuz terganggu. Namun indikator kekuatan pasar mulai melemah karena kilang mengurangi pembelian: prompt spread Brent menyempit ke sekitar US$4 per barel (backwardation) dari hampir US$10 awal bulan lalu. Pada Selasa siang di Singapura, Brent Juli naik 0,9% ke US$105,15, sementara WTI Juni naik 1,1% ke US$99,11.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai