S&P 500 Cetak Rekor Baru, Jobs Report Angkat Sentimen
Saham AS menguat pada Jumat (8/5) setelah data tenaga kerja April lebih kuat dari perkiraan, sementara pelaku pasar tetap mencermati perkembangan hubungan AS-Iran. S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq Composite menguat 1,4%, dengan keduanya sempat mencetak rekor intraday baru. Dow Jones Industrial Average bertambah sekitar 60 poin atau 0,1%.
Ketiga indeks utama berada di jalur menutup pekan di zona hijau seiring musim laporan kinerja perusahaan masih solid. Kinerja emiten teknologi yang relatif optimistis mendorong Nasdaq menuju kenaikan sekitar 4% dalam sepekan. S&P 500 berpeluang naik sekitar 2% dan menuju pekan penguatan keenam berturut-turut, sementara Dow tertinggal dengan kenaikan mingguan sekitar 0,3%.
Sentimen turut ditopang rilis Bureau of Labor Statistics yang menunjukkan nonfarm payrolls naik 115.000 pada April, di atas konsensus 55.000. Tingkat pengangguran bertahan di 4,3% sesuai perkiraan, memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja masih cukup stabil meski laju perekrutan melambat dibanding periode sebelumnya.
Di sisi risiko, harga minyak bergerak sedikit lebih tinggi setelah AS dan Iran kembali terlibat baku tembak di Selat Hormuz. WTI naik sekitar 1% ke kisaran US$95 per barel, dengan masing-masing pihak menyatakan pihak lain memulai serangan. US Central Command menyebut pasukan AS mencegat serangan Iran yang disebut tidak diprovokasi dan merespons dengan serangan untuk pertahanan diri saat tiga kapal perusak Angkatan Laut AS melintasi jalur tersebut. Pasar akan memantau apakah dinamika geopolitik ini mengangkat volatilitas energi dan sentimen risiko, atau kembali mereda seiring harapan tercapainya kesepakatan.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id