• Fri, May 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 May 2026 04:26  |

Serangan Baru AS Guncang Prospek Damai Iran

Militer Amerika Serikat dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz pada Kamis (7/5), di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Kabar ini muncul setelah media pemerintah Iran sebelumnya menyatakan bahwa Tehran tengah meninjau proposal terbaru dari Washington untuk menghentikan konflik.

Serangan terbaru disebut menyasar Pelabuhan Qeshm dan kota Bandar Abbas yang berada di sekitar jalur strategis tersebut. Seorang pejabat senior AS, seperti dikutip media internasional, menyatakan bahwa aksi ini bukan berarti perang kembali dimulai. Namun, perkembangan ini memukul harapan akan berakhirnya konflik dalam waktu dekat, terlebih setelah muncul pesan yang saling bertentangan dari pihak Iran dan laporan bahwa Washington mempertimbangkan kembali operasi pengawalan kapal komersial melalui selat tersebut.

Selat Hormuz sendiri telah praktis tertutup sejak konflik meletus pada akhir Februari, memicu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern. Harga minyak yang sempat melemah pada awal perdagangan berbalik naik tajam setelah laporan serangan tersebut, dengan Brent terakhir menguat sekitar 1,6% ke kisaran US$102 per barel. Di sisi lain, bursa saham Wall Street sebelumnya ditutup melemah akibat memudarnya optimisme terhadap kesepakatan damai.

Sejumlah laporan menyebut AS dan Iran tengah menyusun kerangka kesepakatan satu halaman berisi sejumlah poin utama untuk membuka kembali jalur negosiasi menuju perdamaian jangka panjang. Pembahasan lanjutan diperkirakan akan dimulai pekan depan di Pakistan, termasuk isu program nuklir Iran dan potensi pencabutan sanksi, meskipun perbedaan pandangan terkait pengayaan nuklir dan mekanisme inspeksi masih menjadi hambatan utama.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran akan dihentikan jika Tehran menyetujui poin-poin yang telah dibahas, namun ia juga mengancam akan meningkatkan serangan dengan intensitas lebih tinggi apabila kesepakatan gagal tercapai. Sementara itu, Iran masih memberikan sinyal beragam terkait proposal AS dan dikabarkan akan segera menyampaikan tanggapan melalui mediator. Ketidakpastian juga tetap menyelimuti nasib pelayaran di Selat Hormuz, mengingat blokade dari kedua belah pihak masih berlangsung dan situasi keamanan di kawasan tersebut belum sepenuhnya stabil. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

 

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai