Goolsbee Memperingatkan: Tekanan Inflasi Makin Luas
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee menilai kenaikan biaya jasa menunjukkan tekanan inflasi kini datang dari spektrum yang lebih luas, tidak semata-mata dipicu lonjakan energi. Ia mengatakan inflasi sudah tinggi sebelum perang, lalu kenaikan harga minyak memperkuat tekanan, namun dinamika terbaru mengindikasikan sumber inflasi tidak terbatas pada energi.
Goolsbee menyebut inflasi jasa berada pada level “lebih tinggi dari yang nyaman” selama beberapa bulan dan pergerakannya “mengarah ke arah yang salah.” Ia menekankan perlunya memetakan apakah tekanan harga yang terlihat bersifat sekali jalan (one-off) atau mulai menyebar lebih permanen, terutama ketika shock minyak datang saat dampak shock tarif dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam harga.
Di sisi aktivitas, Goolsbee menggambarkan pasar tenaga kerja tetap “stabil” meski laju perekrutan berada pada level rendah. Kombinasi pasar kerja yang tidak melemah tajam dan inflasi jasa yang bertahan memberi ruang bagi kehati-hatian bank sentral dalam menilai apakah tekanan permintaan dan biaya masih cukup kuat untuk menjaga inflasi tetap tinggi.
Pesan utamanya adalah manajemen ekspektasi inflasi. Goolsbee memperingatkan jika pelaku ekonomi mulai mengasumsikan inflasi akan kembali ke pola beberapa tahun lalu tanpa dukungan data yang konsisten, bank sentral bisa menghadapi dilema kebijakan. Ke depan, pasar akan memantau apakah inflasi jasa terus bertahan, bagaimana dampak tarif mulai masuk ke harga, serta apakah shock energi memperpanjang tekanan inflasi inti—variabel yang akan memengaruhi sensitivitas komunikasi kebijakan The Fed.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id