• Fri, May 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 May 2026 07:33  |

Minyak Naik, Bentrokan AS-Iran Kembali Bayangi Selat Hormuz

Harga minyak menguat setelah bentrokan baru antara pasukan AS dan Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan, sekaligus meredupkan prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang yang sudah berjalan sekitar 10 pekan. Kenaikan terjadi setelah reli sempat tertahan oleh penurunan tiga hari beruntun.

Saat berita ini ditulis harga Brent ada dikisaran $102 per barel. Brent sempat naik hingga 2,5% mendekati $103 per barel, sementara WTI berada di sekitar $97 per barel. Pada perdagangan pagi di Singapura, Brent kontrak Juli naik 2,3% menjadi $102,36, dan WTI kontrak Juni naik 2,3% menjadi $96,95.

Militer AS menyatakan pihaknya mencegat serangan Iran yang disebut “tanpa provokasi” dan merespons dengan serangan untuk membela diri saat kapal perusak berpemandu rudal melintasi Selat Hormuz. Meski demikian, Komando Pusat AS menegaskan tidak mencari eskalasi lebih jauh.

Presiden Donald Trump mengatakan tiga kapal perang tersebut berhasil keluar dari selat tanpa kerusakan, menurut unggahan media sosial. Namun ia juga melontarkan pernyataan keras yang menekan Iran agar segera menyetujui kesepakatan. Fokus pasar tetap pada Selat Hormuz yang disebut efektif tertutup sejak perang dimulai pada akhir Februari, memicu guncangan pasokan energi: arus minyak tersendat dan sejumlah sumur di kawasan dilaporkan dihentikan operasinya, dengan kondisi “blokade ganda” karena Teheran menghambat lalu lintas dan AS mencegah kapal yang singgah ke pelabuhan Iran.

Meski harga naik, sebagian pelaku pasar menilai reaksi masih relatif terkendali. Seorang manajer investasi, Haris Khurshid dari Karobaar Capital, mengatakan kenaikan yang tidak terlalu ekstrem mengindikasikan pasar masih melihat situasi “masih bisa dikelola” untuk saat ini, berbeda dengan fase awal konflik ketika setiap eskalasi memicu penyesuaian harga besar.

Di sisi fundamental, perang yang berlarut memperketat pasokan dan mendorong tekanan biaya energi, yang kemudian membebani konsumen melalui lonjakan harga bensin dan diesel. International Energy Agency (IEA) memperingatkan dunia kehilangan 14 juta barel per hari akibat perang, serta menilai pemulihan produksi pascakonflik akan berlangsung bertahap; IEA juga menegaskan siap mengambil langkah lanjutan setelah anggota sepakat pada Maret untuk melepas 400 juta barel dari cadangan. Variabel yang dipantau pasar berikutnya mencakup status lalu lintas Selat Hormuz, respons Iran atas proposal pembukaan kembali rute, serta kondisi likuiditas pasar minyak yang disebut menurun dan dapat memperbesar volatilitas.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai