Perak Menguat, Kombinasi Dolar Lemah dan Ketegangan Hormuz Dorong Reli
Harga perak menguat pada Jumat (8/5), dengan XAG/USD diperdagangkan sekitar US$80,6 per ons dan mencatat kenaikan harian mendekati 3%. Penguatan terjadi seiring pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik yang kembali memanas.
Dari sisi data, laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan nonfarm payrolls April bertambah 115.000, melampaui perkiraan 62.000, sementara angka Maret direvisi naik menjadi 185.000. Tingkat pengangguran bertahan di 4,3% dan pertumbuhan upah tercatat 0,2% bulanan, menjaga interpretasi pasar tetap campuran: pasar kerja tidak melemah tajam, tetapi tekanan upah tidak menguat seperti yang dikhawatirkan.
Meski NFP lebih kuat dari ekspektasi, dolar tetap berada dalam posisi lemah, dengan DXY kembali di bawah 98. Dalam transmisi pasar, dolar yang lebih lemah meningkatkan daya tarik komoditas berdenominasi USD bagi pembeli non-AS, sehingga mendukung perak dan logam mulia lainnya, terutama saat risk premium geopolitik ikut naik.
Perhatian investor juga tertuju pada perkembangan di sekitar Selat Hormuz, setelah laporan serangan militer baru memicu kekhawatiran eskalasi yang lebih luas. Kombinasi faktor ini membuat perak mendapat dukungan ganda: fungsi safe haven ketika ketidakpastian meningkat, serta dorongan valuasi saat dolar melemah. Variabel yang dipantau pasar berikutnya adalah dinamika risiko geopolitik dan respons pasar suku bunga AS terhadap rangkaian data tenaga kerja dan inflasi berikutnya.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id