S&P 500 Cetak Rekor Baru Saat Harga Minyak Terus Melemah
Indeks S&P 500 mencatat rekor tertinggi baru secara intraday pada Kamis (7/5), seiring harga minyak melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Sentimen pasar terdorong oleh optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
S&P 500 naik sekitar 0,2%, sementara Nasdaq Composite menguat 0,6% dan juga mencetak rekor tertinggi baru. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average bergerak relatif datar. Penguatan indeks teknologi menjadi pendorong utama reli pasar pada sesi tersebut.
Harga minyak kembali melemah dan diperdagangkan di bawah level US$100 per barel. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 3% ke kisaran US$91 per barel, sedangkan Brent juga terkoreksi 3% ke sekitar US$97 per barel. Pelemahan energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya membebani pasar.
Selain faktor geopolitik, laporan kinerja emiten yang solid turut menopang sentimen. Saham Fortinet melonjak signifikan setelah menaikkan proyeksi penagihan tahunan, sementara DoorDash juga menguat setelah memberikan panduan optimistis untuk pesanan kuartal kedua.
Penguatan ini melanjutkan reli pada sesi sebelumnya, ketika S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencetak rekor penutupan baru dan Dow melonjak lebih dari 600 poin. Optimisme meningkat setelah laporan menyebut Gedung Putih hampir mencapai nota kesepahaman satu halaman dengan Iran yang tidak hanya bertujuan mengakhiri perang, tetapi juga menjadi kerangka bagi pembahasan nuklir lebih lanjut.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id