Hammack Kritik “Bias Cut” The Fed, Minta Pesan Lebih Netral
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan redaksi pernyataan pasca-rapat yang memberi kesan langkah kebijakan berikutnya lebih mungkin berupa pemangkasan suku bunga tidak sejalan dengan pandangannya terhadap prospek ekonomi.
Dalam wawancara radio pada Kamis (7/5), Hammack menilai pesan tersebut berpotensi “sedikit menyesatkan” karena, meski suku bunga diputuskan tetap, pernyataan dinilai menyisipkan sinyal bahwa arah berikutnya condong ke penurunan. Ia mengatakan akan lebih tepat jika pernyataan mengambil posisi netral, bahwa langkah berikutnya bisa naik maupun turun.
Hammack menegaskan dirinya mendukung keputusan menahan suku bunga, namun baseline-nya adalah suku bunga akan bertahan “cukup lama.” Ia juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian atas prospek ekonomi dan jalur kebijakan ke depan.
Pernyataan Hammack mempertegas friksi internal yang muncul pada pertemuan kebijakan pekan lalu, ketika ia termasuk di antara tiga pejabat The Fed yang menyatakan dissent terkait keberatan pada redaksi yang mengarah pada dimulainya kembali pemangkasan suku bunga.
Menurut Hammack, durasi perang dengan Iran menjadi variabel penting yang perlu dipantau karena kenaikan harga dapat menekan belanja dan memengaruhi ketenagakerjaan. Jika inflasi tetap tinggi, ia menilai tekanan dapat merembet ke sisi permintaan; ketika bisnis melihat permintaan produk melemah, perusahaan berpotensi menahan perekrutan.
Bagi pasar, penekanan pada bahasa pernyataan ini mengindikasikan upaya sebagian pejabat untuk mengurangi “easing bias” dan membuka kembali dua arah risiko kebijakan, dengan fokus utama pada kombinasi inflasi yang bertahan tinggi, dampak harga terhadap permintaan, serta kemungkinan pelemahan perekrutan jika tekanan biaya berlanjut. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id