Iran Tinjau Proposal AS, WTI Turun 7%
Iran menyatakan usulan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang masih “sedang dipertimbangkan”, di tengah laporan bahwa kedua negara bisa mendekati kesepakatan. Pernyataan itu melaporkan BBC pada hari Rabu, ketika pasar global menilai peningkatan peluang de-eskalasi konflik.
Menurut laporan tersebut, AS menyodorkan memorandum satu halaman kepada Iran yang akan membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap dan mencabut blokade Amerika terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pembahasan rinci terkait program nuklir Iran disebut baru akan dilakukan pada tahap berikutnya, sementara kesepakatan akhir disebut belum tercapai.
Kerangka usulan ini penting bagi pasar karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi arus energi global. Setiap sinyal pelonggaran risiko gangguan pasokan biasanya cepat tercermin pada harga minyak, lalu mencerminkan ekspektasi inflasi dan arah kebijakan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump mengatakan AS telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik” dengan Iran dalam 24 jam terakhir. Namun, ia menambahkan tidak ada batas waktu kapan Washington mengharapkan jawaban dari Teheran, menandakan proses masih bisa berubah seiring dinamika negosiasi.
Reaksi paling jelas terlihat di pasar energi. Pada saat penulisan, West Texas Intermediate (WTI) turun 7,05% menjadi US$92,85 per barel, mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan.
Ke depan, fokus pasar akan peringatan pada sinyal lanjutan dari Teheran terkait respons resmi terhadap proposal, serta perkembangan pembukaan akses Hormuz dan status blokade pelabuhan Iran. Pergerakan minyak akan tetap menjadi barometer utama, mengingat saluran transmisinya ke inflasi dan ekspektasi suku bunga berpotensi mempengaruhi aset berisiko dan pasar obligasi. (asd)
Sumber : Newsmaker.id