Emas Terus Tampilkan Kenaikan Sejak Akhir Maret
Emas memperpanjang penguatan setelah mencatat lonjakan harian terbesar sejak akhir Maret, ditopang sentimen bahwa potensi kesepakatan AS-Iran dapat meredakan tekanan harga energi dan kekhawatiran inflasi. Per Kamis (07/05), emas diperdagangkan sebesar $4.731,12 atau tumbuh 0,86%.
Bullion diperdagangkan di atas $4.700 per ons setelah naik 3% pada Rabu kemarin. Pelemahan harga energi disebut menekan imbal hasil obligasi, sementara dolar AS turun ke level pra-perang, sehingga menjadi dukungan bagi emas yang berdenominasi dolar dan tidak memberikan imbal hasil bunga.
Optimisme pasar menguat setelah muncul kabar Iran sedang mengevaluasi proposal baru dari AS untuk mengakhiri perang yang mendekati 10 minggu, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut. China juga disebut menambah tekanan global agar permusuhan dihentikan.
Presiden Donald Trump beberapa kali mengindikasikan kesepakatan sudah dekat, meski belum terwujud. Pada Rabu, ia menyatakan di media sosial bahwa AS akan mengakhiri kampanye militernya dan mencabut blokade Selat Hormuz, “dengan asumsi Iran menyetujui apa yang telah disepakati”.
TD Securities menilai tajuk soal peluang perdamaian mendorong logam mulia dan logam dasar bergerak positif, namun memperingatkan narasi tersebut masih rapuh karena tuntutan AS dan Iran dinilai belum berubah dibanding proposal sebelumnya.
Di sisi kebijakan, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem menekankan kehati-hatian, dengan menyoroti inflasi yang masih di atas target 2%. Spot gold naik 0,2% ke $4.701,96 pada 1:59 p.m. di Singapura; perak naik 0,6% ke $77,83 setelah melonjak 6,2% pada Rabu, sementara indeks dolar Bloomberg relatif datar setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya.
Berikut 5 poin inti:
- Emas bertahan di atas $4.700/oz usai reli 3% pada Rabu.
- Harapan kesepakatan AS-Iran menekan minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi, mendukung emas.
- Dolar melemah dan yield disebut turun, menjadi tailwind bagi emas yang tidak memberi bunga.
- Trump membuka peluang akhir operasi dan pencabutan blokade Selat Hormuz dengan syarat Iran menyetujui kesepakatan.
- Sejumlah pejabat The Fed menegaskan inflasi masih di atas target 2%, menjaga sikap pasar tetap berhati-hati. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id