Dolar Turun Tipis saat Pasar Menghitung Mundur Tenggat Kesepakatan Iran
Dolar AS bergerak melemah dalam perdagangan yang bergejolak pada Selasa (7/3), sementara harga minyak turun dari level tertinggi sesi, setelah Presiden AS Donald Trump mengancam kehancuran besar-besaran di Iran jika kesepakatan gencatan senjata tidak tercapai hingga tenggat malam ini. Indeks Bloomberg Dollar Spot berbalik arah dari kenaikan 0,2% dan turun 0,2% seiring pasar valuta asing berfluktuasi di tengah derasnya headline terkait AS-Iran.
Laporan menyebut AS menyerang target militer di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, ketika Trump menyampaikan ancaman baru di media sosial menjelang ultimatum pukul 20.00 waktu New York. Iran dilaporkan menarik diri dari pembicaraan gencatan senjata sebagai respons, menambah ketidakpastian arah konflik dan memicu pergerakan cepat pada aset safe haven dan mata uang utama.
Euro menguat terhadap dolar, dengan EUR/USD naik 0,3% ke 1,1578. Anggota Dewan Gubernur ECB Pierre Wunsch mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa bank sentral Eropa mungkin perlu menaikkan suku bunga beberapa kali jika perang Iran berlarut. EUR/GBP naik 0,1% ke 0,87309.
Di Eropa Utara, EUR/SEK melonjak 1% ke 11,0163 setelah inflasi inti Swedia melambat ke laju terlemah dalam lebih dari empat tahun, yang berpotensi mengurangi tekanan bagi Riksbank untuk menaikkan suku bunga. Di Asia, USD/JPY naik 0,1% ke 159,81. Pelaku pasar mencatat permintaan yen pada sisi “tail” menunjukkan dinamika berbeda dari volatilitas tersirat ATM, di tengah “war fatigue” dan risiko intervensi. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan masih berupaya melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta menjajaki panggilan dengan Trump.
Dolar Australia berbalik menguat, dengan AUD/USD naik 0,5% ke 0,6951, meski PMI jasa Australia versi S&P Global untuk Maret turun ke 46,3 dari 52,8 pada Februari. Sementara dolar Kanada menguat tipis, dengan USD/CAD berada di 1,3901.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id