Wall Street Menguat, Tech Memimpin di Tengah Harapan Deal AS–Iran dan PPI Melemah
Saham AS bergerak lebih tinggi pada Selasa (14/4), melanjutkan ketahanan pasar meski pembicaraan damai AS–Iran akhir pekan lalu gagal menghasilkan terobosan. S&P 500 naik 0,3%, Dow bertambah 41 poin atau 0,1%, dan Nasdaq menguat 0,7%, dengan investor masih menilai peluang kesepakatan tetap terbuka.
Saham teknologi kembali menjadi penopang. Oracle naik 6% setelah melonjak lebih dari 12% pada sesi sebelumnya, sementara Nvidia dan Palantir melanjutkan kenaikan. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa pihak Iran “menghubungi” dan “ingin membuat kesepakatan” membantu menjaga risk appetite, bahkan ketika ketidakpastian geopolitik meningkat.
Sentimen juga terbantu oleh data Producer Price Index (PPI) Maret yang naik jauh lebih rendah dari perkiraan secara bulanan, memberi ruang bagi pasar untuk menahan kekhawatiran bahwa tekanan biaya akan cepat menular ke inflasi. Kanal utamanya: data harga produsen yang lebih ringan cenderung mengurangi tekanan pada ekspektasi suku bunga, sehingga mendukung valuasi ekuitas, terutama sektor pertumbuhan.
Namun kenaikan pasar tertahan oleh hasil kinerja emiten keuangan. JPMorgan Chase mencetak kinerja kuartal I di atas ekspektasi, tetapi memangkas panduan net interest income, menekan sahamnya -1,6%. Wells Fargo juga merilis angka yang mengecewakan dan turun lebih dari 2%. Di sisi lain, Goldman Sachs masih dibayangi penurunan pendapatan trading fixed income 10% secara tahunan, meski ada lonjakan biaya investment banking dan laba yang melampaui ekspektasi analis. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id