Wall Street Rebound Tipis, Saham AI Jadi Penahan
Indeks saham AS sedikit rebound dari level terendah satu bulan pada Kamis (11/6), ditopang oleh kekuatan beberapa saham teknologi dan infrastruktur AI. S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq masing-masing naik hingga 0,5%, meski pasar masih dibayangi risiko geopolitik dan ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi.
Sentimen pasar tetap rapuh setelah Presiden Donald Trump menyatakan AS akan kembali menyerang Iran malam ini dan mengancam akan mengambil alih pusat energi Iran di Pulau Kharg “pada suatu saat nanti”. Pernyataan ini membalikkan nada de-eskalasi sebelumnya dan kembali mengangkat risiko gangguan pasokan energi global.
Tekanan fundamental juga datang dari data inflasi produsen AS. Data PPI Mei menunjukkan harga produsen kembali meningkat, memperkuat pandangan bahwa dampak perang terhadap biaya energi mulai masuk ke rantai harga. Kondisi ini sejalan dengan ekspektasi pasar bahwa The Fed masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.
Namun, tekanan tersebut diimbangi oleh momentum di saham-saham terkait AI. Antusiasme menjelang IPO SpaceX pada Jumat memperkuat narasi belanja besar hyperscaler untuk kapasitas komputasi dan infrastruktur data center. Nvidia naik sekitar 1%, sementara Intel melonjak 9% setelah mendapat upgrade dari BofA karena lonjakan pesanan CPU.
Tidak semua saham teknologi ikut menguat. Oracle turun 12% setelah investor menyoroti rencana perusahaan menambah utang untuk membiayai data center di tengah pertumbuhan penjualan yang datar. Microsoft dan Meta juga melemah lebih dari 1%, menunjukkan rotasi di sektor teknologi masih selektif.
Secara keseluruhan, rebound Wall Street lebih mencerminkan dukungan dari tema AI dibanding perubahan besar pada risiko makro. Pasar masih harus menimbang tiga faktor utama: eskalasi AS–Iran, tekanan inflasi dari energi, dan arah suku bunga The Fed. Selama ketiganya belum mereda, pemulihan indeks berpotensi tetap rapuh.(yds)
Sumber: Newsmaker.id