• Thu, Jun 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 June 2026 03:25  |

Minyak Naik Lagi, Ancaman Trump dan Stok AS Jadi Katalis

Harga minyak melanjutkan kenaikkannya pada Rabu (10/6) setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan kembali menyerang Iran dalam waktu dekat. Pernyataan itu memperkuat kekhawatiran bahwa konflik AS–Iran masih jauh dari selesai dan Selat Hormuz belum akan kembali normal dalam waktu dekat.

WTI naik 2,1% dan ditutup di US$90,03/barel di New York, setelah sebelumnya sempat melemah. Brent kontrak Agustus naik 1,8% ke US$93,10/barel. Kenaikan ini menunjukkan pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik setelah Trump mengatakan AS akan “menghantam Iran dengan keras lagi hari ini”, tanpa menyebut target serangan.

Komentar Trump menjadi penting karena berbeda dari nada sebelumnya yang sering berusaha menekan harga minyak agar tetap rendah. Kali ini, pernyataan tersebut justru memperbesar kekhawatiran bahwa eskalasi militer bisa berlanjut. Iran juga menyatakan akan tetap berdiri menghadapi ancaman apa pun, membuat peluang kompromi jangka pendek terlihat lebih sulit.

Ketegangan terbaru terjadi setelah pasukan AS menyerang sejumlah lokasi dekat Selat Hormuz. Iran kemudian disebut meluncurkan serangan drone ke Armada Kelima AS di Bahrain sebagai respons. Selain itu, Komando Pusat AS menyatakan telah melumpuhkan tanker minyak berbendera Palau, M/T Settebello, di Teluk Oman. Rangkaian insiden ini menambah risiko pada jalur energi utama kawasan.

Dari sisi fundamental, kenaikan minyak juga didukung data stok AS. Persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel pekan lalu, sementara stok di Cushing, Oklahoma, juga menyusut. Inventori nasional masih berada dekat level terendah empat bulan, mencerminkan pasokan global yang tetap ketat ketika pembeli berusaha mengganti barel yang hilang dari Teluk Persia.

Namun, pasar belum sepenuhnya membaca kondisi ini sebagai krisis pasokan total. Harga minyak masih turun lebih dari seperempat dari puncaknya pada akhir April, dibantu oleh penurunan impor China ke level multi-tahun, pelepasan cadangan darurat, dan sebagian arus minyak yang masih berhasil melewati Hormuz. Artinya, pasar fisik untuk saat ini masih terlihat cukup mampu menyerap gangguan, meski risikonya tetap tinggi.(Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai