Bursa Eropa Turun, Ketegangan AS-Iran Tekan Sentimen
Saham Eropa mengawali pekan di zona merah, dengan STOXX 50 dan STOXX 600 sama-sama turun hampir 0,9%. Sentimen investor melemah setelah harapan meredanya konflik di Iran memudar, menyusul pembicaraan antara Teheran dan Washington yang tidak menghasilkan terobosan.
Tekanan bertambah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan AS akan memberlakukan blokade di Selat Hormuz, salah satu jalur penting perdagangan energi. Ancaman gangguan pasokan dan kenaikan premi risiko geopolitik cenderung mendorong pasar ke mode defensif, sehingga aset berisiko seperti saham mendapat tekanan lebih besar.
Di sisi politik regional, pasar juga mencerna perkembangan di Hungaria setelah Peter Magyar memenangkan pemilu dan akan menjadi perdana menteri berikutnya, mengakhiri 16 tahun kepemimpinan Viktor Orban. Magyar menyatakan komitmen untuk memperkuat hubungan dengan Uni Eropa, sebuah faktor yang dipantau investor terkait arah kebijakan dan stabilitas hubungan kawasan.
Fokus investor kini beralih ke awal musim laporan keuangan, dengan sejumlah emiten besar seperti LVMH, BMW, Kering, ASML, dan Hermes dijadwalkan merilis kinerja pekan ini. Seluruh sektor tercatat melemah, dengan consumer cyclicals, teknologi, finansial, dan industri termasuk yang paling tertekan, mencerminkan pelemahan luas di tengah kombinasi risiko geopolitik dan agenda korporasi yang padat. (asd)
Sumber: Newsmaker.id