Saham AS Pulih Pasca Penurunan Terburuk dalam Tujuh Bulan
Pasar saham AS mengalami rebound tajam pada hari Selasa (31/3) setelah sebelumnya jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan pada sesi sebelumnya, dengan dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing meningkat sebesar 2%, sementara Dow Jones menambahkan 700 poin. Penurunan imbal hasil Treasuries berlanjut di seluruh kurva, mencerminkan peningkatan kewaspadaan terhadap kekhawatiran pertumbuhan yang muncul akibat lonjakan harga energi. Penurunan imbal hasil ini memberikan dorongan positif untuk saham di seluruh sektor meskipun harga minyak dan produk lainnya terus meningkat.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS semakin dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi pasar tetap skeptis mengenai kemungkinan pemulihan aliran tanker melalui Teluk Persia.
Sementara perusahaan-perusahaan teknologi yang sensitif terhadap risiko mengalami lonjakan tajam setelah sebelumnya underperforming, dengan Meta melonjak 3% sementara Microsoft, Nvidia, dan Amazon masing-masing naik lebih dari 2%. Selain itu, Eli Lilly naik 2,5% setelah mengakuisisi Centessa senilai $7,8 miliar. Di sisi lain, McCormick anjlok 7% setelah mengumumkan rencana penggabungan dengan bisnis makanan Unilever dalam kesepakatan senilai $44,8 miliar.
Penyebab dan Akibat:
Penyebab utama rebound pasar saham AS adalah penurunan imbal hasil obligasi, yang menenangkan kekhawatiran investor terhadap inflasi yang didorong oleh harga energi yang tinggi. Hal ini memberikan dukungan bagi saham-saham di berbagai sektor. Namun, ketegangan geopolitik terkait Iran tetap menjadi faktor yang membayangi, meskipun ada pernyataan dari Trump tentang kemajuan dalam negosiasi.
Akibatnya, investor mulai kembali fokus pada potensi kesepakatan antara AS dan Iran meskipun keraguan masih mengemuka, dengan sektor teknologi dan farmasi mencatatkan performa terbaik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id