Saham Eropa Rebound, Namun Berpotensi Turun Signifikan Bulan Ini
Saham Eropa rebound pada hari Selasa (31/3), dengan STOXX 50 dan STOXX 600 masing-masing naik 0,7%, seiring dengan optimisme pasar yang dipicu oleh tanda-tanda baru bahwa perang dengan Iran mungkin segera berakhir, meskipun serangan masih terus terjadi. Menurut laporan WSJ, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada stafnya bahwa ia siap untuk menghentikan operasi militer AS terhadap Iran, meskipun Selat Hormuz tetap tertutup, dengan alasan bahwa upaya untuk memaksa Teheran membuka jalur vital minyak tersebut bisa memperpanjang konflik.
Sektor keuangan dan industri menjadi sektor dengan performa terbaik hari itu, sementara sektor energi justru mengalami penurunan. Beberapa saham yang mencatatkan keuntungan signifikan termasuk Novartis (1,4%), Nestle (1,1%), Siemens (1%), dan Banco Santander (1,6%). Di sisi lain, saham NXP Semiconductors (-2,2%), STMicroelectronics (-2,4%), dan TotalEnergies (-0,3%) turun.
Namun, meski terjadi rebound, pergerakan saham Eropa pada bulan Maret menunjukkan penurunan tajam, dengan STOXX 50 turun hampir 10% dan STOXX 600 turun lebih dari 8%, penurunan bulanan terbesar sejak 2020.
Penyebab dan Akibat :
Penyebab utama dari rebound saham Eropa adalah harapan pasar terhadap potensi penyelesaian konflik dengan Iran setelah pernyataan Presiden Trump, yang menciptakan optimisme tentang kemungkinan de-eskalasi. Namun, ketidakpastian terkait situasi geopolitik yang berlarut-larut dan dampak dari penutupan Selat Hormuz tetap menjadi tekanan besar pada harga energi dan pasar saham global.
Akibatnya, meskipun ada optimisme sementara, pasar saham Eropa tetap dipengaruhi oleh ketidakpastian politik dan ekonomi global, yang berisiko menyebabkan volatilitas lebih lanjut dan penurunan yang signifikan di bulan Maret. Potensi penurunan ini memperburuk proyeksi pertumbuhan dan inflasi, memengaruhi keputusan investasi dan kebijakan ekonomi di Eropa.(yds)
Sumber: Newsmaker.id