Wall Street Rebound dari Level Terendah 7 Bulan
Indeks saham AS memantul dari posisi terendah tujuh bulan pada Senin (30/3), didukung reli obligasi pemerintah AS yang menekan imbal hasil di seluruh tenor saat pasar terus menilai dampak harga energi yang lebih tinggi terhadap perekonomian. S&P 500, Dow, dan Nasdaq 100 masing-masing menguat sekitar 0,7%, menandai perbaikan sentimen setelah tekanan sebelumnya dipicu kenaikan biaya pendanaan dan ketidakpastian geopolitik.
Kenaikan ekuitas terjadi meski harga minyak dan produk energi kembali menguat setelah serangan Houthi meningkatkan risiko ekspor melalui Laut Merah, sementara Presiden Donald Trump melontarkan ancaman tambahan terhadap Iran jika kesepakatan tidak segera tercapai. Namun, turunnya yield dari puncak mengindikasikan pasar mulai menimbang risiko perlambatan pertumbuhan akibat gangguan energi bersamaan dengan tekanan inflasi—kombinasi yang sebelumnya menekan valuasi saham lewat jalur kredit dan biaya modal.
Di sektoral, saham teknologi memimpin pemulihan setelah penurunan tajam pada Jumat memperlebar underperformance Nasdaq. Nvidia, Amazon, dan Microsoft masing-masing naik lebih dari 1%. Saham perbankan juga menguat seiring meredanya tekanan pada pasar obligasi, dengan JPMorgan dan Bank of America naik lebih dari 1%.(yds)
Sumber: Newsmaker.id