Saham Eropa Tertahan, Investor Pantau Iran dan Risiko Energi
Saham Eropa memulai pekan dengan pergerakan terbatas, dengan STOXX 50 dan STOXX 600 bergerak mendatar karena investor tetap berhati-hati di tengah ketegangan Iran yang belum menunjukkan tanda mereda. Sentimen ikut dibebani pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka kemungkinan penyitaan sumber daya minyak Iran, termasuk Pulau Kharg yang merupakan hub ekspor utama.
Di tengah risiko geopolitik tersebut, harga minyak melanjutkan reli dan menyentuh level tertinggi sejak 2022, menjaga kekhawatiran inflasi energi tetap hidup dan menahan selera risiko pada ekuitas. Kondisi ini membuat pasar lebih selektif, terutama karena energi mahal berpotensi menekan margin perusahaan dan memperumit jalur suku bunga bank sentral bila inflasi kembali menguat.
Pergerakan sektoral terlihat campuran. Saham industri tertinggal, sementara utilitas dan energi mengungguli pasar. Sejumlah emiten besar bergerak melemah, termasuk HSBC (-1%), Hermès (-0,7%), Siemens (-0,5%), dan Schneider Electric (-0,8%).
Di sisi lain, reli minyak memberi dukungan pada saham energi. Shell naik sekitar 1% dan TotalEnergies menguat 1,1%, mencerminkan rotasi ke sektor yang diuntungkan ketika harga energi tinggi dan risiko pasokan meningkat.
Yang perlu dipantau pelaku pasar:
perkembangan konflik Iran dan status keamanan jalur pasokan energi,
arah minyak (apakah bertahan tinggi atau mulai koreksi),
reaksi yield dan ekspektasi suku bunga jika inflasi energi kembali mendominasi,
rotasi sektor: apakah defensif/energi terus memimpin sementara industri tertahan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id