Bursa Eropa Merah, Talks Timur Tengah Masih Abu-abu
Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (26/3), menghapus penguatan sesi sebelumnya, ketika investor kesulitan membaca pesan yang saling bertabrakan terkait perkembangan pembicaraan damai di Timur Tengah. Ketidakpastian tersebut mendorong pasar kembali ke mode risk-off, menekan mayoritas sektor.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup turun 1,2%, dengan seluruh bursa utama melemah dan sebagian besar sektor berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh saham tambang dan teknologi yang masing-masing turun 3,4% dan 2,3%, mencerminkan rotasi investor keluar dari aset berisiko saat volatilitas meningkat.
Dari sisi korporasi, peritel Inggris Next melaporkan kinerja laba tahunan yang kuat dan menaikkan panduan (guidance). Namun perusahaan memperingatkan bahwa ketidakstabilan di Timur Tengah dapat “menahan pertumbuhan” di pasar luar negeri jika konflik berlanjut. Saham Next ditutup naik 4,2%, menjadikannya salah satu penguat terbesar di indeks FTSE 100 London.
Inti Newsmaker: pasar Eropa kembali tertekan karena ketidakpastian geopolitik dan arah diplomasi belum jelas. Selama headline Timur Tengah masih berubah cepat, pergerakan indeks berpotensi tetap volatil dengan sektor siklikal dan berisiko tinggi cenderung lebih rentan. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id