Yen Dekati 160, Risiko Intervensi Kembali Menguat
Yen Jepang bergerak di sekitar 159,3 per dolar pada perdagangan Kamis (13/08) dan masih berada sangat dekat dengan level psikologis 160. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali waspada terhadap kemungkinan intervensi baru dari otoritas Jepang jika pelemahan berlanjut.
Tekanan terhadap yen masih berasal dari faktor fundamental jangka panjang. Selisih suku bunga Jepang dan Amerika Serikat tetap lebar, sementara kekhawatiran fiskal serta tingginya biaya energi dan impor ikut membebani mata uang Jepang.
Menariknya, yen tetap sulit menguat meskipun data inflasi AS yang relatif jinak sebelumnya mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Ini menunjukkan bahwa faktor domestik Jepang masih lebih dominan dalam menekan yen.
Di dalam negeri, harga produsen Jepang naik 7,2% pada Juli, sedikit melambat dari 7,3% pada Juni dan di bawah perkiraan 7,4%. Meski demikian, tekanan harga masih tergolong tinggi dan membuat Bank of Japan tetap berhati-hati.
Ringkasan pandangan rapat BoJ Juli juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko inflasi. Salah satu anggota bahkan membuka kemungkinan bahwa laju kenaikan suku bunga dapat dipercepat jika tekanan harga terus meningkat.
Analisis Newsmaker: Area 160 menjadi level krusial bagi USD/JPY. Jika yen kembali melemah menembus area tersebut, spekulasi intervensi dapat meningkat tajam. Namun, selama selisih suku bunga AS-Jepang tetap lebar dan biaya impor masih tinggi, penguatan yen kemungkinan masih sulit bertahan tanpa dukungan kebijakan yang lebih agresif dari BoJ.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id