CPI Melandai, Emas Menguat di Atas US$4.400
Harga emas menguat setelah rilis data inflasi Amerika Serikat pada Rabu malam. Saat pengecekan pasca-rilis, harga emas bergerak di sekitar US$4.424 per troy ons atau naik sekitar 1,24% dalam perdagangan hari ini, mempertahankan posisinya di atas level psikologis US$4.400.
Data Bureau of Labor Statistics menunjukkan CPI AS Juli naik 0,1% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan pasar, tetapi inflasi tahunan melandai dari 3,5% pada Juni. Sementara itu, Core CPI naik 0,2% secara bulanan dan turun menjadi 2,5% secara tahunan dari sebelumnya 2,6%.
Rincian data juga menunjukkan tekanan harga belum mengalami lonjakan baru. Komponen shelter hanya naik 0,1% pada Juli, sementara indeks energi justru turun 1,5% dan harga bensin turun 2,9%. Namun, secara tahunan harga energi masih 14,7% lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Reaksi awal pasar terhadap CPI relatif terkendali karena seluruh angka utama sesuai dengan konsensus. Kondisi tersebut tidak memberikan kejutan hawkish baru kepada pasar, sehingga kekhawatiran bahwa The Fed harus segera menaikkan suku bunga tidak meningkat secara signifikan setelah data dirilis.
Bagi emas, melandainya Core CPI tahunan menjadi faktor positif karena menunjukkan tekanan inflasi inti masih bergerak turun. Hal ini menjadi semakin penting setelah data tenaga kerja Juli sebelumnya menunjukkan payroll AS turun 23.000, sehingga pasar kini melihat kombinasi inflasi yang lebih terkendali dan pasar tenaga kerja yang mulai melemah.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id