Dolar Stabil di 99 Pasar Tunggu PPI AS
Indeks dolar AS bergerak stabil di sekitar level 99,9 pada perdagangan Kamis (13/08) setelah mengalami volatilitas tinggi pada sesi sebelumnya. Investor kini mengalihkan perhatian ke data inflasi produsen AS atau PPI Juli untuk mendapatkan petunjuk tambahan mengenai arah tekanan harga.
Data CPI yang dirilis Rabu menunjukkan inflasi konsumen AS melambat untuk bulan kedua berturut-turut menjadi 3,4% secara tahunan, sementara secara bulanan hanya naik 0,1%. Hasil tersebut mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk segera menaikkan suku bunga.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September sekitar 40%, turun dari hampir 50% sehari sebelumnya. Penurunan probabilitas tersebut membuat dolar sulit mendapatkan momentum penguatan baru meskipun tetap bertahan dekat level psikologis 100.
Dari sisi geopolitik, investor masih memantau prospek pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, meningkatnya ketegangan pernyataan antara AS dan Iran di tengah negosiasi yang buntu membuat peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat semakin kecil.
Perhatian pasar juga tertuju pada yen Jepang yang kembali mendekati level 160 per dolar. Kondisi ini meningkatkan spekulasi bahwa otoritas Jepang dapat kembali melakukan intervensi jika pelemahan yen berlanjut.
Analisis Newsmaker: DXY saat ini berada di fase wait and see menjelang PPI. Data PPI yang lebih panas dari perkiraan dapat meningkatkan kembali peluang Fed hike dan mendorong dolar menembus 100. Sebaliknya, PPI yang kembali melandai berpotensi menekan dolar, menurunkan yield, dan memberikan dukungan tambahan bagi emas.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id