Emas Bertahan di Atas US$4.400 Jelang CPI AS
Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu dan bertahan di atas level psikologis US$4.400 per troy ons. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.405,14, naik sekitar 0,85%, sementara kontrak berjangka emas berada di sekitar US$4.464,55. Pergerakan tersebut menjaga emas tetap dekat level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.
Fokus utama investor kini tertuju pada data CPI Amerika Serikat yang akan dirilis hari ini. Konsensus memperkirakan CPI Juli naik sekitar 0,1% secara bulanan setelah turun 0,4% pada Juni, sementara inflasi tahunan diperkirakan melandai menjadi 3,4% dari 3,5%. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi pasar untuk menilai peluang perubahan suku bunga The Fed pada September.
Selain inflasi, perkembangan Selat Hormuz masih memberikan dukungan terhadap permintaan emas sebagai aset safe haven. Optimisme sempat muncul setelah Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan AS dan Iran mulai mendekati suatu kesepakatan, sementara pembicaraan Iran-Oman juga dilaporkan telah mencapai tahap lanjut. Namun, Iran tetap menegaskan bahwa Hormuz belum akan dibuka penuh sebelum Washington memenuhi sejumlah tuntutannya.
Ketidakpastian tersebut membuat harga energi tetap tinggi. Brent masih bergerak di sekitar US$89 per barel, sementara WTI berada di atas US$83. Kenaikan minyak menjadi risiko bagi emas karena tekanan energi yang berkelanjutan dapat menjaga inflasi tetap tinggi dan mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dukungan emas juga datang dari permintaan China. People’s Bank of China kembali meningkatkan cadangan emasnya pada Juli untuk bulan ke-21 berturut-turut, sementara ETF emas China terus mencatat aliran dana masuk. Kondisi ini menunjukkan permintaan institusional masih membantu menjaga momentum penguatan logam mulia.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id