GDP Jepang Mengecewakan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ Mereda
Pasangan USD/JPY mengawali pekan dengan penguatan dan kembali menembus level 153,00 pada sesi Asia, memutus tren pelemahan lima hari beruntun. Penguatan ini terjadi setelah rilis data PDB Jepang kuartal IV 2025 yang mengecewakan pasar dan mendorong pelemahan yen.
Data dari Cabinet Office Jepang menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 0,1% pada kuartal IV 2025, membaik dari kontraksi 0,7% pada kuartal sebelumnya. Meski demikian, capaian tersebut di bawah perkiraan pasar, sehingga mengurangi keyakinan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan segera menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Selain data, sentimen pasar yang cenderung “risk-on” turut menekan daya tarik yen sebagai aset safe haven. Kombinasi ini memberi ruang bagi USD/JPY untuk bergerak naik, meski pelaku pasar menilai potensi kenaikan masih terbatas karena faktor penahan dari sisi dolar AS.
Di dalam negeri, data yang lebih lemah juga dinilai dapat memberi alasan bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mendorong kebijakan stimulus tambahan. Namun, sebagian pelaku pasar tetap berharap kebijakan yang ditempuh dapat menjaga disiplin fiskal dan mendukung pemulihan, yang pada akhirnya bisa membuat BoJ tetap melanjutkan arah normalisasi kebijakan secara bertahap—faktor yang berpotensi menjadi penopang yen.
Dari sisi Amerika Serikat, dolar AS belum mendapatkan dorongan kuat karena pasar masih memegang ekspektasi Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan tahun ini. Setelah data inflasi terbaru dinilai lebih terkendali, minat beli dolar cenderung tertahan, sehingga membatasi ruang apresiasi USD/JPY.
Mengacu pada perkiraan pasar berbasis FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga Fed kembali menguat, terutama setelah inflasi konsumen AS naik 0,2% dan inflasi inti naik 0,3% pada Januari. Data ini dinilai menutupi dampak positif laporan Nonfarm Payrolls yang sebelumnya kuat, membuat dolar tetap defensif dan berpotensi menjaga kenaikan USD/JPY agar tidak terlalu agresif.(asd)
Sumber: Newsmaker.id