RBA Nilai Kebijakan Sudah Ketat, Tekanan Kenaikan Suku Bunga Berkurang
Reserve Bank of Australia menilai kondisi keuangan saat ini sudah berada dalam posisi “agak restriktif” setelah tiga kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini. Asisten Gubernur RBA Chris Kent mengatakan kebijakan tersebut mulai memberikan dampak yang diharapkan terhadap aktivitas ekonomi.
Kent menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga secara bertahap akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan tabungan dan mengurangi pengeluaran. Kondisi tersebut pada akhirnya membantu memperlambat pertumbuhan permintaan agregat dan meredakan tekanan inflasi.
Pasar perumahan Australia juga mulai menunjukkan pelemahan setelah sebelumnya mengalami periode kenaikan harga yang sangat kuat. Sebagian koreksi dinilai sebagai normalisasi setelah reli panjang, sekaligus dampak dari kenaikan suku bunga RBA sebelumnya.
Perubahan pajak dalam anggaran federal juga ikut memberikan tekanan terhadap sektor perumahan. Menurut Kent, pasar properti yang lebih lemah dapat mengurangi kebutuhan RBA untuk menahan pertumbuhan permintaan melalui kebijakan moneter yang lebih agresif.
RBA menilai tingkat suku bunga saat ini sudah berada di atas tingkat netral, meskipun perkiraan mengenai level netral masih memiliki tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi. Artinya, kebijakan moneter saat ini sudah cukup menahan aktivitas ekonomi.
Analisis Newsmaker: Pernyataan RBA menunjukkan bank sentral mulai melihat efek pengetatan sebelumnya bekerja. Jika pasar perumahan dan konsumsi terus melemah sementara inflasi bergerak menuju target, kebutuhan untuk menaikkan suku bunga tambahan dapat berkurang. Kondisi ini berpotensi membatasi penguatan dolar Australia, meskipun arah berikutnya tetap bergantung pada data inflasi dan tenaga kerja.(asd)
Sumber: Newsmaker.id