Emas Dekati Level Tertinggi Juni, CPI Jadi Kunci
Harga emas kembali menarik minat beli pada perdagangan Asia, Rabu(12/8). XAU/USD naik di atas level US$4.400 per troy ounce dan mendekati level tertinggi sejak 5 Juni yang sempat dicapai pada sesi sebelumnya.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen atau CPI Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Data inflasi ini dinilai penting karena dapat memengaruhi pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi, dan harga emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Di sisi lain, harga minyak masih bertahan kuat di dekat level tertinggi satu setengah pekan karena harapan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat mulai memudar. Iran menegaskan bahwa jalur penting tersebut tidak akan dibuka sebelum Amerika Serikat memenuhi tuntutan Teheran, termasuk kompensasi perang, pencabutan sanksi, dan penghentian ancaman militer.
Ketegangan juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman memperluas serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan Bab el-Mandeb. Kondisi ini menjaga premi risiko perang tetap tinggi dan mendorong kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat kembali menekan inflasi global.
Dari sisi dampak market, emas masih memiliki dorongan dari risiko geopolitik dan ketidakpastian inflasi. Namun, kenaikan harga minyak juga dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, yang berpotensi membatasi reli XAU/USD. Jika CPI AS lebih panas dari perkiraan, dolar dan yield AS bisa menguat sehingga emas rawan terkoreksi. Sebaliknya, jika CPI lebih rendah, emas berpeluang mempertahankan momentum di atas US$4.400.(gn)
Sumber: Newsmaker.id