Euro Melemah, Risiko Iran Angkat Dolar
Euro melemah terhadap dolar AS pada awal perdagangan Asia Selasa, dengan EUR/USD bergerak turun ke sekitar 1,1645. Pasar kembali menahan risiko karena ketidakpastian di Timur Tengah belum mereda, meski ada sinyal negosiasi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menunda rencana serangan baru ke Iran yang semula dijadwalkan Selasa, setelah diminta pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab karena “negosiasi serius” sedang berlangsung. Namun Trump juga memperingatkan AS siap melanjutkan serangan skala besar kapan saja jika tidak ada kesepakatan yang dapat diterima.
Nada tersebut membuat pasar menilai risiko eskalasi tetap terbuka. Dalam situasi seperti ini, dolar cenderung mendapat dukungan sebagai aset safe haven, yang pada gilirannya menekan EUR/USD dalam jangka dekat.
Dari sisi Eropa, komentar pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) memberi bantalan terbatas untuk euro. Anggota Dewan Gubernur ECB Yannis Stournaras mengatakan kenaikan suku bunga yang moderat dapat membantu meredam inflasi tanpa menimbulkan kerusakan ekonomi yang berarti, memberi sinyal kecenderungan hawkish.
Ekspektasi pasar juga mengarah ke pengetatan ECB. Survei Reuters menunjukkan sekitar 85% ekonom memperkirakan ECB akan menaikkan deposit rate 25 bps menjadi 2,25% pada Juni, meningkat dari “sedikit di atas setengah” yang memperkirakan hal itu sebelum pertemuan April.
Pergerakan EUR/USD berikutnya akan banyak dipengaruhi kombinasi headline Iran dan respons safe haven dolar, serta sinyal kebijakan ECB. Pasar akan mencermati pidato Kepala Ekonom ECB Philip Lane yang dijadwalkan berbicara hari ini untuk petunjuk seberapa besar risiko inflasi dinilai cukup kuat untuk mendorong kenaikan suku bunga.(asd)
Sumber: Newsmaker.id