USD/JPY Rebound ke 157, Intervensi Jepang Batasi Kenaikan
USD/JPY menguat pada sesi Asia Jumat (1/05), melanjutkan rebound dari area pertengahan 155 setelah sempat menyentuh level terendah sekitar dua bulan. Pasangan ini sempat menyentuh area 157,55, namun dorongan beli terlihat belum solid dan kenaikannya masih rentan tertahan.
Pelemahan yen terjadi setelah rilis inflasi konsumen Tokyo yang lebih lunak, memberi ruang bagi Bank of Japan untuk tetap berhati-hati di tengah kekhawatiran ekonomi yang terkait ketegangan Timur Tengah. Data yang lebih “dingin” biasanya mengurangi urgensi BoJ untuk memperketat kebijakan, sehingga yen kehilangan sebagian dukungan.
Dari sisi dolar, ada kenaikan moderat yang ikut menopang USD/JPY. Kombinasi dolar yang sedikit membaik dan yen yang melemah menjelaskan pergerakan naik pasangan ini, meski pasar belum terlihat ingin mendorong kenaikan lebih agresif.
Namun, faktor intervensi tetap menjadi “rem” utama. Diplomat valas Jepang, Atsushi Mimura, menegaskan otoritas Jepang terus berkomunikasi erat dengan AS terkait mata uang, menjaga spekulasi bahwa Jepang siap bertindak jika volatilitas yen dianggap berlebihan.
Secara teknikal, penurunan tajam Kamis dari area 160,75 (puncak sejak Juli 2024) berhenti di sekitar level retracement 61,8% dari kenaikan Februari–April, dan USD/JPY sejauh ini masih bertahan di atas EMA 200 hari. Namun indikator momentum disebut melemah (RSI sekitar 40 dan MACD masih negatif), sehingga pasar menilai tekanan turun belum sepenuhnya hilang.
Dengan kondisi itu, penguatan USD/JPY berpotensi tetap “berat” selama isu intervensi dan momentum yang belum pulih membatasi follow-through. Pasar akan memantau kombinasi data inflasi Jepang berikutnya, arah dolar AS, serta intensitas komunikasi/aksi otoritas Jepang sebagai penentu apakah rebound berlanjut atau kembali melemah.(asd)
Sumber: Newsmaker.id