Emas Rebound Saat Dolar Melemah, Risiko Iran Tetap Menahan Sentimen
Harga emas berbalik menguat pada Kamis (30/4) setelah tiga sesi turun, ditopang pelemahan dolar AS di tengah spekulasi Jepang kembali melakukan intervensi valas untuk menopang yen. Bullion sempat naik hingga 2,2% dan kembali diperdagangkan di atas US$4.600, sementara indeks dolar Bloomberg melemah 0,8%—membuat emas lebih murah bagi pembeli non-dolar.
Di penutupan sesi New York, spot gold naik 1,5% ke US$4.618,07/oz. Perak menguat 3,3% ke US$73,65/oz, sementara paladium dan platinum juga naik. Penguatan terjadi saat pasar menimbang risiko eskalasi baru konflik AS–Iran, setelah Presiden Donald Trump menegaskan blokade laut atas pelabuhan Iran tetap berjalan dan laporan menyebut komandan militer AS memberi briefing opsi langkah berikutnya.
Meski memantul, emas masih turun hampir 13% sejak perang pecah akhir Februari karena lonjakan energi meningkatkan risiko inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga bertahan tinggi—kondisi yang biasanya membebani aset non-yielding. Namun, dukungan jangka menengah datang dari permintaan bank sentral: data World Gold Council menunjukkan pembelian emas bank sentral pada kuartal I menjadi yang tercepat dalam lebih dari setahun, saat koreksi harga memicu gelombang akumulasi.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id